Mengasah kreatifitas dalam kebersamaan

Sementara dua tahun pertama kehidupan seorang anak dihabiskan untuk menciptakan “perasaan diri” pertama seorang anak, sebagian besar anak dapat membedakan antara mereka dan orang lain pada tahun kedua mereka. Perbedaan ini sangat penting untuk kemampuan anak untuk menentukan bagaimana mereka harus berfungsi dalam hubungannya dengan orang lain. Orang tua dapat dilihat sebagai guru pertama anak dan karenanya merupakan bagian integral dari proses pembelajaran awal.

Proses pelekatan anak usia dini yang terjadi selama tahun anak usia dini , dapat berpengaruh pada pendidikan di masa depan. Dengan bimbingan dan eksplorasi yang tepat anak-anak mulai menjadi lebih nyaman dengan lingkungan mereka, jika mereka memiliki hubungan yang stabil untuk membimbing mereka. Orang tua yang konsisten dengan waktu respons, dan emosi akan membuat keterikatan ini sejak dini. Jika keterikatan ini tidak dilakukan, akan ada efek yang merugikan pada anak dalam hubungan dan kemandirian mereka di masa depan. Ada teknik yang tepat yang dapat digunakan orang tua dan pengasuh untuk membangun hubungan ini, yang pada gilirannya akan memungkinkan anak-anak menjadi lebih nyaman menjelajahi lingkungan mereka.

Pendidikan anak usia dini sering berfokus pada pembelajaran melalui permainan, berdasarkan penelitian dan filosofi Jean Piaget, yang menyatakan bahwa permainan memenuhi kebutuhan fisik, intelektual, bahasa, emosi dan sosial (PILES) anak-anak. Rasa ingin tahu dan imajinasi anak-anak secara alami membangkitkan pembelajaran ketika tidak terkekang. Belajar melalui permainan akan memungkinkan anak untuk berkembang secara kognitif. Dengan demikian, anak-anak belajar lebih efisien dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan melalui kegiatan seperti permainan dramatis, seni, dan permainan sosial.